Berwisata ke Waduk Jatiluhur

Berwisata ke Waduk Jatiluhur

Berwisata ke Waduk Jatiluhur

Berwisata ke Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur merupakan sebuah waduk hasil dari membendung sungai Citarum dan menjadi waduk terbesar di Indonesia. Waduk ini memiliki luas 4.5000 km2 dan potensi air yang tersedia sebesar 12,9 miliar meter kubik setiap tahun.

Pembangunan pertama Waduk Jatiluhur dimulai pada tahun 1957. Proyek ini terbilang proyek raksasa dan membutuhkan biaya yang sangat banyak. Akan tetapi ada dua tokoh nasional yang ngotot dan gigih memperjuangkan terlaksananya proyek bendungan jatiluhur tersebut, baik melalui lobi di pemerintahan maupun mencari investasi di forum internasional, salah satunya adalah Ir H Djuanda.

Pelaksana proyek adalah Perusahaan Listrik Negara yang bekerjasama dengan perusahaan konsultan dari Perancis bernama Sogreah.

Sogreah adalah perusahaan Perancis yang bergerak di bidang konsultasi, dari mulai tahap perencanaan hingga fabrikasi pembuatan unit – unit turbin serta waterways.

Namun sayang, perencanaan awal yang dilakukan perusahaan Prancis itu urung dikerjakan. Ada permasalahan pada desainnya, akhirnya di bawah kepemimpinan Ir. H. Djuanda, desain waduk jatiluhur dikerjakan kembali oleh perusahaan Perancis lainnya yang bernama A. Coine & J. Beller Consulting Engineers Paris.

Waduk Jatiluhur mempunyai berbagai macam manfaat. Selain untuk menyediakan air bersih di wilayah DKI Jakarta, Bekasi, dan Karawang, ternyata airnya juga dimanfaatkan untuk mengairi sawah di wilayah Jawa Barat bagian utara seperti Karawang, Bekasi, Subang, dan sebagian wilayah Indramayu.

Waduk Jatiluhur juga dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dapat digunakan untuk menerangi beberapa daerah di Pulau Jawa dan Bali dengan kapasitas 187 Megawatt.

Ada juga wisata edukasi (kunjungan dan penjelasan soal teknologi bendungan dan pembangkit listrik), tempat berkemah dan gedung pertemuan, penginapan (hotel dan bungalow), jelajah perairan, arena bermain anak, memancing, di Water World, juga tempat makan dengan berbagai aneka menu ikan.

Di sekitar waduk juga terdapat sebuah pohon yang dikelilingi oleh tangga melingkar yang terbuat. Tangga ini akan menuju bagian tengah dari satu pohon yang dapat digunakan untuk foto-foto selfie atau mengabadikan keindahan waduh Jatiluhur.

Waduk Jatiluhur juga terdapat restoran dan rumah makan yang menawarkan berbagai makanan dan minuman. Seperti nasi timbel dengan sayur asam, sambal, lalapan, karedok, esteh manis, es kelapa muda dan lain-lain.