Menikmati wisata di alun-alun kidul Yogyakarta

Menikmati wisata di alun-alun kidul Yogyakarta

Menikmati wisata di alun-alun kidul Yogyakarta

Menikmati wisata di alun-alun kidul Yogyakarta

Alun-alun Kidul (Selatan) adalah alun-alun di bagian Selatan Keraton Yogyakarta. Alun-alun Kidul sering pula disebut sebagai Pengkeran. Pengkeran berasal dari kata pengker (bentuk krama) dari mburi (belakang). Hal tersebut sesuai dengan keletakan alun-alun Kidul yang memang terletak di belakang keraton. Alun-alun ini dikelilingi oleh tembok persegi yang memiliki lima gapura, satu buah di sisi selatan serta di sisi timur dan barat masing-masing dua buah. Di antara gapura utara dan selatan di sisi barat terdapat ngGajahan sebuah kandang guna memelihara gajah milik Sultan.

Pada masa lalu, Alun-alun kidul yogyakarta ini banyak digunakan untuk acara-acara tertentu seperti latihan ketangkasan prajurit keraton, berbagai kegiatan latihan digelar seperti :

  • Setonan : ketangkasan berkuda.
  • Manahan : lomba memanah dengan posisi duduk bersila.
  • Rampok Macan : lomba adu harimau.
  • Masangin : Latihan konsentrasi dengan berjalan diantara dua pohon beringin (ringin kurung) yang berada di tengah Alkid dengan mata tertutup.

Lokasi ini mulai ramai dikunjungi pengunjung yang ingin refresing menghabiskan waktu menunggu adzan Magrib. Setelah malam suasana akan semakin bertambah ramai dikunjungi oleh wisatawan yang mencoba melakukan masangin atau sekedar untuk kumpul-kumpul di tepi jalan. Suasana akan bertambah indah karena lampu hias disana sini mulai menampakkan dirinya di malam hari.

Masangin yaitu menguji kebersihan hati dengan melewati pohon beringin kembar dengan menutup mata, namun sekarang masangin digunakan sebagai ajang untuk menambah daya tarik wisatawan.

Terdapat menu khas yang terdapat di tempat ini , sambil duduk duduk menikmati makanan di angkringan atau lesehan, wisatawan dapat memesan minuman khas yang disediakan di warung tesebut yaitu wedang bajigur, wedang ronde dan jagung bakar.

Suasana malam hari di Alun-alun Kidul ini akan bertambah menarik, karena para pengunjung akan di manjakan dengan Odong-odong (kendaraan lampu hias) bertebaran di sana-sini. Kendaraan atau becak kayuh yang dihiasi lampu-lampu itu menambah gemerlapnya malam di Alkid.

Rute
Alun-alun Kidul dapat dengan mudah dijangkau dari manapun karena berlokasi di belakang Keraton Yogyakarta.

  • Dari Malioboro : dapat ditempuh dalam waktu 15 menit menggunakan becak atau andong. Dalam perjalanan anda akan melewati bekas pasar burung Ngasem dan salah satu istana air Tamansari.
  • Jika menggunakan kendaraan umum dapat memilih bus kota jalur 5, kemudian turun di Plengkung Gading – berjalan ke arah utara sekitar 5 menit – Alun-alun Kidul.