Wisata Air di Sungai Sa’dan Tana Toraja

Wisata Air di Sungai Sa’dan Tana Toraja

Wisata Air di Sungai Sa’dan Tana Toraja

Apa yang anda ketahui tentang Tana Toraja ? Biasanya Tana Toraja terkenal dengan segala keunikan ada istiadat serta kebudayaannya. Namun ada yang menarik disana selain itum, yaitu Sungai Sa’dan menantang Anda untuk berolahraga ekstrim di tengah alirannya yang deras.

Sungai Sa’dan atau Sungai Saddang adalah sungai yang mengalir membelah Tana Toraja dengan 294 anak sungai disepanjang alirannya. Sungai Sa’dang merupakan sungai terpanjang di Sulawesi Selatan.

Sungai ini membentang sepanjang 182 Km dari dataran tinggi perbukitan Latimojong, dan mengarah ke Kabupaten Pinrang, sebuah kabupaten di sebelah barat daya Tana Toraja, dan berakhir di Selat Makassar. Dengan lebar rata-rata sekitar 80 m, Sungai Sa’dan memiliki arus yang cukup deras dengan banyak bebatuan besar yang tersebar di sepanjang alirannya.

Nah, di Sungai Sa’dan ini teradapat banyak jeram besar yang tergolong kedalam Grade III, Grade IV, dan Grade V. Ini berarti, jika Anda ingin mencoba tantangan arus sungai ini Anda harus memiliki pengalaman ber-rafting minimal sampai Grade II.

Sebagai informasi, untuk menikmati sensasi aliran air Sungai Sa’dan yang deras dengan berolahraga Rafting, bulan Desember adalah waktu yang tepat bagi Anda. Ketika Anda memulai petualangan menyusuri Sungai Sa’dan dengan perahu karet, jangan lupa untuk memperhatikan keadaan di tepi sungai.

Lokasi Menuju Sungai Sa’dan

Sungai Sa’dan berlokasi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sekitar 240 Km sebelah utara dari kota Makassar. Jika Anda ingin berpetualang di Sungai Sa’dan, aktivitas olahraga rafting biasanya dimulai dari Desa Buakayu, Kecamatan Rantepao, Tana Toraja. Sedangkan garis finis jalur rafting berada di Desa Pappi, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Tengah.

Akses Menuju Sungai Sa’dan

Dari kota Makassar, Anda bisa mencapai Tana Toraja dengan menggunakan kendaraan darat atau pesawat. Melalui jalur darat, Tana Toraja dapat dicapai sekitar 8 jam perjalanan. Sedangkan melalui jalur udara, Tana Toraja bisa dicapai selama 2 jam penerbangan. Penerbangan ke Tana Toraja hanya tersedia pesawat perintis.

Dari Tana Toraja, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan darat ke kota Rantepao. Dari kota ini, perjalanan dilanjutkan ke Desa Buakayu dengan lama perjalanan sekitar 3 jam.