Wisata Baru Kota Batu di Bukit Nirwana Pujon Kidul

Selain banyak tempat wisata yang ramah untuk seluruh anggota keluarga, di sekitar Malang juga terdapat beberapa pesona alam terindah di Pulau Jawa. Di sebelah timur misalnya, ada Gunung Bromo yang menjadi salah satu ikon andalan pariwisata Indonesia.

Malang memiliki sebagian besar wilayah pegunungan dengan udara yang sejuk. Karena itu, tak heran mengapa kota ini menjadi salah satu destinasi wisata utama di Jawa Timur. Tak hanya wahana wisata buatan, namun perkebunan sejuk yang fotogenik juga dapat menjadi opsi wisata dengan suasana Malang sebenarnya. Seperti Bukit Nirwana Pujon Kidul ini.

Berada di sekitar kawasan pegunungan dan perbukitan, membuat Bukit Nirwana ini berada di tempat yang masih sangat asri dengang ditambah dengan udara yang sejuk. Dari atas gardu pandang, Teman Traveler dapat berswafoto dengan latar belakang pedesaan, persawahan, dan perbukitan yang hijau. Tempat ini juga memiliki taman buatan yang berisi berbagai macam jenis tumbuhan sehingga suasanya terlihat semakin sejuk.

Kabupaten Malang memang memiliki pemandangan yang memukau. Terutama di kawasan Malang bagian barat. Lansekap yang masih berselimut pepohonan adalah alasannya. Namun di bukit Nirwana ini Teman Traveler juga dapat melihat dan menikmati sunrise ataupun sunset. Jam operasional tempat ini yang buka sampai jam 18.00 WIB, membuatmu memungkinkan untuk mengabadikan panorama matahari tenggelam.

Secara administratif, Bukit Nirwana Pujon Kidul ini berada di Dusun Tulungrejo, Pujon, Malang, Jawa Timur. Teman Traveler dapat menempuh perjalanan dengan kendaraan selama 90 menit dengan jarak 30 kilometer dari pusat Kota Malang. Meskipun berada di kawasn pedesaan dan perbukitan, akses menuju lokasi tergolong sangat baik. Namun Teman Traveler harus tetap melakukan pengecekan terhadap kendaraan sebelum berangkat ya.

Tak hanya keindahan alam sekitarnya yang menarik, di Bukit Nirwana Teman Traveler dapat menemukan berbagai macam spot foto yang instagenic. Seperti gardu pandang, dome, spot foto gazebo, taman bunga, hingga kolam dengan dua perahu di tengahnya. Waktu terbaik untuk datang ke tempat ini adalah sore hari. Posisinya yang menghadap barat membuat sore hari di tempat ini memiliki pemandangan yang indah.

Malang Raya memang memiliki banyak sekali destinasi wisata yang tersebar di wilayahnya. Jenisnya pun beragam, mulai dari pantai, gunung, air terjun, hingga taman bermain semua dapat ditemukan.

Mengunjungi Lawang Sewu

Mengunjungi Lawang Sewu

Bila anda sedang berada di Kota Semarang tidak ada salahnya anda mengunjungi objek wisata yang unik di kota lumpia yaitu lawang sewu. Sebuah bangunan bersejarah dari jaman Belanda.

Lawang Sewu merupakan gedung tua, dahulu menjadi kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.

Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Sejarah Singkat
Bangunan Lawang Sewu dibangun pada 27 Februari 1904 dengan nama lain Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS). Awalnya kegiatan administrasi perkantoran dilakukan di Stasiun Semarang Gudang (Samarang NIS), namun dengan berkembangnya jalur jaringan kereta yang sangat pesat, mengakibatkan bertambahnya personil teknis dan tenaga administrasi yang tidak sedikit seiring berkembangnya administrasi perkantoran.

Pada akibatnya kantor NIS di stasiun Samarang NIS tidak lagi memadai. Berbagai solusi dilakukan NIS antara lain menyewa beberapa bangunan milik perseorangan sebagai solusi sementara yang justru menambah tidak efisien. Apalagi letak stasiun Samarang NIS berada di dekat rawa sehingga urusan sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting. Maka, diusulkanlah alternatif lain: membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh ke lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan dengan kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal).

Kegiatan yang dilakukan.
Lawang Sewu memang merupakan sebuah museum dan bentuk bangunannya sangatlah klasik dan artistik. Anda bisa memanfaatkannya untuk berfoto sebagai bentuk dokumentasi pribadimu. Sangat disayangkan kalau Anda mengungjungi tempat bersejarah tapi tidak berfoto di sana.

Selain berfoto biasa, Anda juga bisa menggunakan Lawang Sewu untuk foto pre-wed. Spot foto untuk prewed terbaik adalah di aula utama, karena dikelilingi oleh kaca-kaca yang menarik. Pihak pengelola bahkan sudah memberikan izin untuk foto-foto semacam ini, bahkan bisa dipakai untuk lokasi syuting sinetron. Jika Anda ingin menggunakan halaman Lawang Sewu, Anda harus menghubungi pihak pengelola terlebih dahulu dan mungkin akan dikenakan biaya.

Pesona Kawah Ijen

Pesona Kawah Ijen

Kawah Ijen merupakan sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen dengan tinggi 2.443 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5.466 Hektar. Danau kawah Ijen dikenal merupakan danau air sangat asam terbesar di dunia.

Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Setiap dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.00, di sekitar kawah dapat dijumpai fenomena blue fire atau api biru, yang merupakan keunikan tempat ini, karena pemandangan alami ini hanya terjadi di dua tempat di dunia yaitu Islandia dan Ijen. Dari Kawah Ijen, kita dapat melihat pemandangan gunung lain yang ada di kawasan Pegunungan Ijen, di antaranya adalah puncak Gunung Merapi yang berada di timur Kawah Ijen, Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Rante, dan sebagainya.

kawah ijen itu sendiri memiliki panorama yang indah, dengan air dalam kawah yang mirip dengan Kawah Putih Ciwidey Bandung, yaitu berwarna tosca dengan tepi-tepi tebing berwarna putih. Saat pagi menjelang, wisatawan juga bisa berburu pemandangan matahari terbit yang indah dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Karena merupakan wisata gunung, maka suhu di Tempat Wisata Banyuwangi yang satu ini sangat dingin. Apalagi saat malam hari ketika mendaki. Suhu bisa sampai 2 derajad celcius. Maka dari itu, wisatawan harus tetap aktif dalam mendaki. Selama mendaki, bintang dan langit akan terlihat lebih terang sehingga pasti akan bisa memberikan pengalaman baru bagi wisatawan yang hadir.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Kawah Ijen ialah sepanjang bulan Juli sampai September, musim kemarau yang bersuhu kering sehingga medan pendakian lebih aman.

Durasi naik turun gunung sekitar empat jam, sehingga jika ingin melihat Blue Fire atau matahari terbit, harus berangkat lebih pagi. Pukul 5 pagi menjadi waktu favorit turis mendaki ke sana.

Selain pemandangannya lebih indah, waktu pendakian di pagi hari juga terbilang lebih aman karena belum ada gas yang meletup dari kawah.

Dari Kota Banyuwangi menuju Pos Paltuding yang menjadi gerbang pendakian Kawah Ijen memerlukan waktu 1,5 jam berkendara.

Pendakian dari Paltuding menuju puncak Kawah Ijen menempuh jarak 3,2 km dengan medan bervariasi mulai kemiringan yang cukup tajam, landai dan datar menjelang puncak.

Tips mendaki Kawah Ijen:

  • Siapkan fisik sebelum berangkat
  • Makan dan istirahat yang cukup sebelum pendakian.
  • Kenakan pakaian tebal untuk antisipasi suhu dingin, terutama ketika melakukan pendakian tengah malam.
  • Kenakan sepatu olahraga dengan alas kaki yang tidak licin.
  • Kenakan juga penutup kepala, sarung tangan, dan terutama masker mulut untuk antisipasi mengirup asap belerang.
  • Barang yang wajib dibawa: jas hujan, senter kecil, oksigen kaleng atau obat bagi penderita asma.
  • Mulailah berjalan dengan ritme perlahan sampai ritme sedang. Disarankan rehat sejenak 1-2 kali di tengah pendakian.
  • Minum air dapat mengurangi rasa haus dan kering tenggorokan karena pengaruh asap belerang.

Keindahan Ombak Pantai Klayar

Keindahan Ombak Pantai Klayar

Pantai Klayar merupakan sebuah lokasi wisata pantai yang sangat inah dengan ombak menantang yang disukai oleh para surfer lokal bahkan internasional yang berada di Kabupaten Pacitan Propinsi Jawa Timur.

Suasana pantai yang masih sepi dan alami, pasir putih agak kecoklatan bersanding damai dengan gagahnya karang yang menjorok kelaut ditambah deburan ombak dan desiran angin menambah eksotisme layaknya surga kecil yang tersembunyi.

Lokasi dan rute menuju Pantai Klayar, Pacitan ini berada di Desa Kalak, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Pacitan, provinsi Jawa Timur.

Jika pengunjung datang dari arah kota Yogyakarta , bisa melalui Kota Wonosari di Gunungkidul lalu ke timur menuju ke arah Pathuk dan lanjur ke arah Kota Wonosari. Dari sana perjalanan di lanjut ke Pracimantoro. Setelah itu ke Giribelah, nanti akan melewati daerah Punung. Setelah daerah Punung nanti di kanan jalan ada papan nama Pantai klayar. Pengunjung atau wisatawan tinggal mengikuti arah papan nama menuju ke Pantai Klayar tersebut.

Pantai Klayar menyimpan banyak keindahan yang unik dan juga menyimpan misteri. Keindahan yang ada diantaranya pasir putih, karang raksasa, Seruling Laut, Air Mancur alami, Air terjun, dan batu karang indah. Lebih banyak turis mancanegara yang mengenal Pantai Klayar dibanding wisatawan domestik dikarenakan Pantai Klayar lebih dikenal melalui internet dibandingkan melalui pemberitaan di media offline.

Diantara salah satu keunikannya adalah seruling laut, yaitu sebuah fenomena dimana air laut dapat berhembus melalui lubang dataran pantai ke atas sehingga membentuk seperti air mancur yang menawan. Seruling laut dapat dilihat apabila ombak deras menerpa dataran dan bebatuan hingga masuk dalam celah lubang yang menembus dinding bebatuan. Semua orang bisa menyaksikannya.

Jika Anda melayangkan pandangan ke arah barat dari pantai Klayar, terdapat sebuah tebing karang yang lebih besar dan menjulang dengan ketinggian mencapai hingga 50 meter. Tebing karang ini merupakan salah satu gugusan karang yang ada di kawasan wisata pantai Klayar Pacitan.

Tips

  • Jagalah Kebersihan
  • Patuhilah aturan dan larangan yang berlaku
  • Jagalah barang bawaan anda
  • Bawalah bekal untuk menghemat biaya perjalanan anda

Kebun Raya Mangrove Surabaya

Kebun Raya Mangrove Surabaya

Di kawasan Gunung Anyar oleh Pemerintah Kota Surabaya bekerjasama dengan Kemen PUPR dan Yayasan Kebun Raya Indonesia berencana membangun sebuah kawasan konservasi mangrove yang dinamakan Kebun Raya Mangrove.

Hal ini disampaikan Wali Kota Surabaya saat ini yaitu Tri Rismaharini “Kita bebaskan 30 hektar tahun ini, nanti disatukan dengan tanah milik kita yang 30 hektar juga. Tahun depan, kita bebaskan lagi sekitar 30 hektar. Yang pasti tahun ini sudah dimulai,”.

Keberadaan Kebun Raya Mangrove nantinya akan sinergi dengan Mangrove Information Center (MIC) Wonorejo, dihubungkan jembatan bambu, yang melintas di atas waduk buatan atau bozem.

Proses pembangunannya, lanjut Risma, akan didukung sepenuhnya oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Terutama, dalam menentukan jenis, usia, serta zonasi mangrove yang ditanam nantinya.

“Kita dibantu LIPI, karena nanti akan dihitung umurnya mangrove berapa yang bisa ditanam, jenisnya apa sesuai teori,” katanya.

Kepala BKSDA Jawa Timur, Suyatno Sukandar, mengatakan, wilayah Hutan Mangrove Wonorejo menjadi prioritas BKSDA Jatim untuk menjadi perhatian khusus agar ditetapkan sebagai kawasan konservasi. “Diharapkan dari pertemuan ini akan terbentuk kelompok kerja yang merekomendasikan pada Walikota Surabaya agar menetapkan wilayah tersebut menjadi kawasan khusus dan memiliki payung hukum tetap,” katanya.

Di Jawa Timur, Kabupaten Banyuwangi merupakan satu-satunya kabupaten yang telah menetapkan kawasan konservasi mangrove. Kota Surabaya nantinya bisa belajar ke Banyuwangi tentang sistem penetapan kawasan konservasi mangrove. “Dari Banyuwangi, Pemkot Surabaya juga bisa belajar ke Bali. Karena Bali kini juga jadi percontohan kawasan konservasi mangrove secara internasional,” ujarnya.

Pemkot Surabaya juga melibatkan Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia, karena selama ini terlibat langsung dalam kampanye penyelamatan mangrove di Surabaya, baik di Pantai Utara dan Timur. “Kawan-kawan KJPL itu sudah banyak dan sering mengkampanyekan upaya-upaya pelestarian mangrove dan mengungkap banyaknya perusakan mangrove di Surabaya yang dilakukan para pengembang dan oknum-oknum warga,” katanya.

Wakil Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Alexander Sonny Kerraf mengatakan, pengembangan kawasan mangrove di pantai timur Surabaya melalui Kebun Raya Mangrove, diharapkan dapat menjadi pelindung Kota Surabaya. Utamanya, dari ancaman abrasi maupun banjir rob yang sering terjadi pada musim tertentu.

Selain itu, keberadaan Kebun Raya Mangrove diharapkan dapat meningkatkan tutupan hutan mangrove di Surabaya, sebagai sabuk pengaman kota dari ancaman tsunami maupun bencana alam lainnya. Pelaksanaannya diawali dengan membangun 60 hektar lahan yang dimiliki Pemerintah Kota Surabaya.