Menikmati Pesona & Pemandangan Pantai Bosnik Papua

Pantai Bosnik merupakan bukti lain dari kecantikan tanah Papua. Pantai ini memiliki pemandangan eksotik yang bisa dinikmati dari hari Senin hingga Minggu. Pantai Segara Indah atau yang lebih dikenal dengan nama Pantai Bosnik ini terletak di Desa Woniki, Biak Timur, kabupaten Numfor, propinsi Papua. Pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari luar Biak. Ini karena memang Pantai Bosnik memiliki keindahan alam yang sangat indah, oleh karena itu pengunjung sangat antusias.

Di Pantai Bosnik wisatawan akan dimanjakan dengan pasir putih dan air laut yang jernih. Pengunjung juga dapat menikmati segarnya air kelapa muda di pantai.  Pantai Bosnik menjadi primadona warga Biak sebagai obyek wisata setiap akhir pekan dikarenakan letak pantai yang tidak begitu jauh dari kota dan juga transportasi ke pantai tersebut mudah bisa menggunakan Ojek atau pun Angkutan Kampung. Bagi wisatawan luar yang ingin ke Pantai Bosnik jangan takut. Wisatawan dari Jakarta dapat menggunakan pesawat tujuan Biak. Biasanya pesawat dari Jakarta transit ke Makasar kemudian lanjut ke Biak. Jangan takut untuk penginapan di Biak sudah banyak tersedia.

Selain pemandangan pantainya yang indah, di pantai ini juga terdapat terumbu karang yang cantik untuk disaksikan. Jadi anda tak hanya berjemur atau sekedar bermain pasir saja di pantai ini, anda bisa berenang maupun snorkeling. Namun jika anda belum mahir berenang, Terdapat penyewaan ban bagi kamu yang belum mahir berenang dengan tarif Rp. 10.000. Namun harap berhati-hati jika ingin ber-snorkeling di Pantai Bosnik ini karena pantai ini memiliki arus yang deras. 

Jika anda hanya ingin menikmati kesegaran dan keindahan pemandangan Pantai Bosnik ini saja, anda bisa menyewa saung yang banyak didirikan di pinggir pantai ini dengan tarif Rp. 50.000 sampai sepuasnya sambil menikmati kesegaran kelapa muda yang dijual oleh pemilik saung.

 

Biaya Masuk Pantai Bosnis Papua

Untuk masuk ke pantai yang sangat indah ini, Anda hanya di kenakan tiket masuk sebesar 10 ribu saja setiap orangnya. Pantai Bosnik berjarak sekitar 15 km dari pusat Kota Biak dan bisa diakses dengan mudah menggunakan ojek motor dengan tarif sekitar Rp 20.000,- – Rp 30.000,- untuk sekali jalan atau Anda juga bisa menyewa mobil yang bisa mengangkut 5 penumpang dengan tarif Rp 350.000,-/hari untuk satu mobil. Jika Anda ingin menikmati keindahan pantai yang tenang ini, silakan berkunjung ke Pantai Bosnik Biak

Wisata Kerjaan Kelelawar di Gua Kontilola Papua

Berwisata di Kerajaan Kelelawar yang menjadi Misteri. Gua Kontilola terletak di kawasan Lembah Baliem, Wamena, Papua. Gua ini menjadi salah satu destinasi wisata wajib setelah mengunjungi desa Suku Dani yang memiliki kebudayaan yang khas. Gua tersebut seolah kawasan kerajaan kelelawar yang juga dihiasi lukisan aneh mirip manusia. Sebagian orang menganggap lukisan itu merupakan buatan alien dari luar angkasa.

Dari desa Suku Dani, Anda harus naik ke kawasan perbukitan yang cukup terjal dan menantang. Biasanya, untuk bisa ke sini Anda harus menggunakan jasa pemandu agar selamat sampai ke atas. Sepanjang perjalanan menuju gua, pemandangan lembah dan perbukitan sangatlah indah. Padang hijau yang masih alam membuat segala lelah terbayarkan dengan tuntas. Meski menguras energi, perjalanan menuju Gua Kontilola cukup menyenangkan.

Setelah perjalanan yang melelahkan, Anda akan tiba di mulut gua yang lebar. Di depan mulut gua ada sebuah aula yang luas lengkap dengan stalaktit dan stalakmitnya. Semua yang ada di dalam gua masih alami dan belum tersentuh tangan manusia. Anda bisa masuk ke aula pertama ini untuk merasakan dingin, lembap, dan nyamannya udara di dalam Gua Kontilola.

Tidak jauh dari aula pertama terdapat aula kedua yang juga memiliki pesona besar. Di dalam aula ini, Anda akan menemui lukisan-lukisan aneh yang bentuknya mirip sekali dengan alien. Lukisan itu tergambar di dinding gua yang letaknya sangat jauh dari permukaan tanah. Jika dilihat sekilas, lukisan itu menyerupai manusia namun memiliki kepala gundul dan jarinya ada empat.

Manusia purba yang kemungkinan ada di Papua akan sulit melakukannya. Pertama letaknya sangat tinggi dari tanah. Selain itu makhluk yang digambarkan juga tidak sesuai dengan wujud manusia pada umumnya. Bisa jadi, alien memang pernah tinggal di dalam gua yang besar ini.  Dari cerita yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lain diceritakan bahwa di masa lalu ada alien yang tinggal di gua ini lalu menggambar sesuatu di dinding sesuai dengan wujud mereka.

Gua yang konon sangat dalam dan gelap ini ternyata menjadi kerajaan kelelawar. Saat menjelang senja, ratusan kelelawar akan keluar dari gua dengan suaranya yang melengking. Mereka akan mencari makan setelah tidur panjang seharian. Jika anda membawa peralatan lengkap untuk ke gua, kelelawar ini akan berkerumun membentuk koloni yang menakjubkan sekaligus mengerikan. Semakin ke dalam gua, koloni dari kelelawar ini semakin banyak. Bahkan, lantai dari gua akan dipenuhi kotorannya yang menggunung.

Selain kelelawar yang jumlahnya sangat banyak, di dalam gua juga terdapat sungai bawah tanah yang konon di dalamnya masih ada makhluk yang belum ditemukan oleh manusia. Gua Kontilola merupakan cagar wisata dan memang tidak menjadi destinasi wisata favorit bagi para wisatawan yang mendatangi Lembah Baliem, sehingga terlihat sangat jarang pecinta traveling yang berdatangan ke lokasi wisata ini. Padahal gua tersebut memiliki berbagai pesona yang masih sangat jarang diketahui masyarakat

Keindahan Pulau Danau Sentani Yang Mengagumkan

Berlibur ke Papua, hal yang paling tak terlupakan tentu wisata Raja Ampat. Tapi selain itu, masih ada Danau Sentani di Jayapura. Saking besarnya Danau Sentani, dari atas udara dapat terlihat berbagai pulau di dalamnya. Danau Sentani merupakan danau terbesar di Papua. Danau seluas 9.360 hektar ini terbentang antara Kota Jayapuran dan Kabupaten Jayapura dan berada pada ketinggian 75 mdpl. Kawasan Danau Sentani sendiri berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops. Dari Jayapura berjarak sekitar 50 km.

Kata “Sentani” disebut pertama kali oleh Pendeta BL Bin pada tahun 1898 dan mempunyai arti di sini kami tinggal dengan damai. Danau Sentani merupakan danau vulkanik. Sumber air Danau Sentani berasal dari 14 sungai besar dan kecil dengan satu muara sungai yaitu Jaifuri Puay. Dasar perairan Danau Sentani terdiri dari substrat lumpur berpasir (humus).

Wilayah perairan Danau Sentani mempunyai kedalaman yang berbeda-beda dengan kedalaman rata-rata sekitar 24,5 m. Di wilayah barat yaitu Doyo Lama dan Boroway, kedalamannya sangat curam. Di sebelah timur dan tengah yaitu Puay dan Simporo, kedalamannya landai dan dangkal. Di wilayah perairan yang dangkal ditumbuhi oleh tanaman pandan dan sagu. Terdapat ekosistem hutan rawa yang berada di daerah Simporo dan Yoka.

Danau Sentani mempunyai kekayaan biota laut yang beragam. Masyarakat sekitar pun telah memanfaatkannya untuk budidaya ikan air tawar. Terdapat sekitar 30 spesies ikan air tawar yang menghuni perairan Danau Sentani dengan 4 species diantaranya merupakan endemik Danau Sentani yaitu ikan gabus Danau Sentani, ikan pelangi Sentani, ikan pelangi merah dan hiu gergaji. Di sekitar Danau Sentani setidaknya terdapat 24 desa yang dihuni oleh banyak penduduk dan suku lokal. Mereka sendiri menjual hasil kerajinan tangan khas Papua.

Salah satu keunikan utama dari Danau Sentani adalah keberadaan pulau di dalamnya. Bukan cuma satu atau lima, tapi 22 pulau yang tersebar di Danau Sentani. Kita bisa berkeliling danau menggunakan perahu wisata yang disewakan untuk menikmati keeksotisan alam Danau Sentani. Selain itu kita juga bisa berenang, memancing, menyelam, ski air dan berwisata kuliner di kawasan Danau Sentani.

Sejarahnya dulu, Danau Sentani menjadi lokasi dari tempat pelatihan untuk pendaratan pesawat amfibi. Dibangun oleh Jepang, namun diambil alih oleh Angkatan Darat Amerika tahun 1944. Legenda Perang Dunia kenamaan Amerika, Jenderal McArthur, dikabarkan pernah tinggal di Danau Sentani.

Salah satu pulau yang cukup populer di Danau Sentani adalah Pulau Asei. Di pulau tersebut wisatawan dapat belanja kerajinan tangan khas Papua, seperti kain kulit kayu bermotif indah, serta berbagai kekhasan lainnya. Kalau Anda tertarik untuk mampir ke Danau Sentani, usahakan untuk datang pada bulan Juni. Rutin setiap tahun pada bulan Juni, diselenggarakan Festival Danau Sentani. Dalam festival tersebut ditampilkan atraksi dari suku lokal, termasuk ‘tarian perang’ yang dulu dilakukan sungguhan.

Danau Sentani cantiknya memang bukan main. Pastikan Anda tidak ketiduran saat di pesawat untuk mengabadikan indahnya danau ini dari atas pesawat. Untuk menuju Danau Sentani kita bisa menggunakan penerbangan dengan rute menuju ke Bandara Sentani, Jayapura. Dari Bandara Sentani kita bisa melanjutkan perjalanan menuju Danau Sentani menggunakan kendaraan umum dengan tarif mulai dari Rp. 10.000 dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Rasanya, tidak cukup sehari untuk menikmati keindahan Danau Sentani. Tetapi tidak perlu khawatir, karena di sekitar Danau dan kota Sentani sudah tersedia penginapan-penginapan dengan harga yang terjangkau apabila dirasa perlu untuk menginap. Danau Sentani adalah danau yang indah yang sarat akan keindahan alam serta keunikan nilai budaya setempat. Setelah menikmatinya, kita akan semakin yakin betapa indah kayanya Indonesia tercinta ini

Wisat Fenomenal di Puncak Gunung Jayawijaya

Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa memang memiliki iklim tropis sepanjang masa sehingga tidak memungkinkan adanya turun salju di wilayahnya. Namun keajaiban alam sering muncul di Indonesia. Salah satunya yaitu salju abadi di puncak Gunung Jayawijaya.

Di puncak gunung tertinggi di Indonesia ini, salju terhampar begitu luas. Ketinggiannya yang mencapai 4.884 dapl membuat salju abadi pun menutupi puncak gunung di Papua ini. Salju di Puncak Jayawijaya merupakan salah satu fenomena alam yang unik, karena es alami biasanya tidak turun di sepanjang khatulistiwa. Jika dilihat dari udara, Puncak Jayawijaya bagaikan permadani yang diselimuti tudung putih. Jika matahari sedang cerah, maka hamparan salju tersebut akan memantulkan cahaya matahari yang menyilaukan namun tetap mengagumkan.

Keindahan Puncak Jayawijaya atau yang lebih dikenal para pendaki sebagai Piramida Carstenz terdaftar sebagai satu dari tujuh puncak benua (seven summit) yang sangat fenomenal dan menjadi incaran para pendaki gunung di berbagai belahan dunia. Carstenz diambil dari nama penemu pegunungan ini, Jan Carstenz yang melihat adanya puncak gunung bersalju di daerah tropis melalui sebuah kapal laut di tahun 1623.

Berada di Puncak Jayawijaya atau di Puncak Carstenz merupakan impian para pendaki gunung. Persyaratan yang tidak mudah dan biaya yang tidak murah pun harus disiapkan jauh-jauh hari guna mengatasi berbagai rintangan yang ada. Mulai dari kondisi alam yang begitu terjal, suhu sangat dingin, dan angin yang kencang serta kemungkinan kekurangan oksigen menjadi tantangan tersendiri.

Sebelum memulai petualangan ini baiknya anda menyiapkan fisik sebelum memulai perjalanan supaya kondisi anda prima, apalagi untuk daerah puncak pegunungan suhunya bisa mencapai hingga 0 derajat celcius., selain itu anda wajib mengantungi surat ijin dari pemerintah terkait yang berwenang, hal ini semata-mata dilakukan pun demi kebaikan kita sebagai pendaki atau pengunjung karena medan yang akan anda tempuh tidak hanya lama, sulit tetapi juga berbahaya.

Memang tidak murah dan tidak mudah untuk mencapai Puncak Jaya ini, namun hal tersebut akan sebanding dengan sensasi kepuasaan tersendiri yang tak terlukiskan kata-kata bila anda berhasil memijakkan kaki disana, keindahan pemandangan yang serba hijau tentu akan mempesona anda, untuk sementara ini melihat dari medan yang sulit plus waktu serta jarak tempuh yang membutuhkan waktu khusus mungkin memang lebih baik lagi bila pendakian dilakukan oleh pendaki profesional, kalaupun bagi anda yang tidak biasa dengan kegiatan ini, bisa didampingi oleh mereka yang memiliki kemampuan mendaki serta pengalaman khusus dalam hal ini

Wisata Pemandangan Bawahh Laut Eksotis di Pulau Ahe Papua

Mari berwisata ke Perairan yang Kaya Biota Laut dan Terumbu Karang Menambah Daya Tarik Pulau. Menjelajah Papua memang tidak ada habisnya selain terkenal akan wisata Raja Ampatnya, Papua memiliki lebih dari banyak destinasi yang sangat indah namun juga terdapat banyak destinasi yang belum terungkap yang menanti setiap wisatawan yang ingin mencoba menjelajahnya. Pulau Ahe merupakan salah satu tempat wisata yang paling diminati wisatawan luar. Tempat wisata ini tidak pernah sepi akan turis yang ingin menikmati keindahan alam Pulau Ahe, di Perairan Nabire, Provinsi Papua.

Pulau kecil ini memiliki potensi wisata yang sangat menarik terutama potensi wisata baharinya. Pulau ini masih terlihat sangat bersih dan alami berkat kerjasama antara masyarakat dengan pihak swasta di bawah naungan Dinas Pariwisata Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua. Pulau Ahe sangat memikat setiap wisatawan yang berkunjung, karena menawarkan ketenangan dan kesejukan yang dipadu dengan keindahan dan keeksotikan alamnya. Keindahan alam di pulau ini mampu memberikan ketenangan hati dan kesejukan bagi siapa pun yang datang ke sini.

Selain memiliki pemandangan alam yang mempesona, Pulau Ahe juga memiliki pemandangan bawah laut yang luar biasa. Berbagai macam jenis ikan dan terumbu karang masih sangat alami dan belum tercemar. Pulau dengan pantai berpasir putih ini juga bebas dari sampah baik di daratan maupun di perairannya. Sementara itu seni budaya pulau ini juga tidak kalah menarik untuk disaksikan. Atraksi seni budaya yang ditampilkan di Pulau Ahe sekaligus untuk membantu kelangsungan hidup warga setempat sebagai tambahan penghasilan bagi keluarganya.

Setiap penampilan seni budaya mereka akan dibayar oleh para wisatawan yang datang berlibur ke Pulau Ahe. Kegiatan seni dan budaya setempat mampu menjadi atraksi wisata yang memiliki hubungan erat dengan pariwisata pulau ini. Pulau Ahe memiliki luas kurang lebih 300 m persegi. Salah satu keunikan Pulau Ahe terdapat bangkai pesawat tua peninggalan sekutu pada Perang Dunia II yang sebagian besar telah dipindahkan ke daratan. Anda tak perlu khawatir untuk mencari penginapan, karena di pulau ini sudah tersedia beberapa bungalow.

Untuk bisa mencapai tempat wisata yang penuh keindahan alamnya ini, Anda bisa berangkat dari kota Nabire bisa menuju ke Satpol Air Polres Nabire yang berada di Pelabuhan Samabusa dengan lama perjalanan sekitar setengah jam dengan kendaraan darat. Dari pelabuhan ini Anda dapat menyewa kapal motor untuk menuju ke Pulau Ahe dengan waktu jarak tempuh perjalanan sekitar satu jam.