Kota Wisata Ya Bandung, Cocok Untuk Keluarga

Pesona Bandung memang tidak pernah kalah dan selalu melekat di pandangan para Traveller ya. Apalagi kalian yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Wah pasti gak akan melewatkan momen indah ke Bandung ya. Dan cocok banget untuk para tongkrongan atau para kelompok Backpak menentukan jadwal Adventure ke sini.

Mau kemping asyik bersama keluarga tapi nggak mau repot bawa tenda dan aneka peralatannya? Mungkin main ke destinasi ini akan jadi solusi bagi traveler. Bagi traveler yang sedang berlibur ke kawasan obyek wisata Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan memiliki hobi kemping tapi tidak membawa peralatan. Jangan khawatir, di obyek wisata ini Anda bisa camping tanpa membawa peralatan.

Namanya Family Adventure Camp, lokasinya berada di Kawasan Obyek Wisata Glamping Lakeside Rancabali. Jika tertarik menginap di tempat ini, Anda tetap akan merasakan camping di alam terbuka, yang membedakan fasilitas yang akan dirasakan seperti tidur di kamar hotel. Belum lama ini, ada review dari seseorang yang sempat berkunjung ke obyek wisata Family Adventure Camp. Obyek wisata ini berada di tengah perkebunan teh, dan cocok sekali untuk berwisata bersama keluarga.

Ada banyak tenda berkapasitas empat sampai enam orang. Di dalamnya sudah ada kasur dan bed cover yang dapat digunakan oleh para penyewa tenda. Selain itu, terdapat fasilitas lain yang dapat disuguhkan kepada wisatawan, di antaranya air panas, lapangan luas dan balkon kayu yang dapat digunakan untuk berswafoto. Pengelolaan Teras Bintang Dede Wahyudin menuturkan, selain dapat menikmati pemandangan alam di Teras bintang, wisatawan juga bisa merasakan nikmatnya bersatu dengan alam pegunungan yang dingin.

“Yakni dengan menginap di Family Adventure Camp. Adventure camp adalah penginapan dengan konsep tenda kemping, namun di dalamnya dilengkapi dengan peralatan tidur seperti dalam kamar hotel,” katanya kepada detikTravel belum lama ini.

Dengan fasilitas tersebut, para wisatawan akan merasa nyaman jika menyewa tenda tersebut. Fasilitas itu disediakan langsung oleh pengelola. “Sehingga, pengunjung tetap merasa nyaman meskipun tidur di dalam tenda,” ujarnya.

Karena tenda di lokasi Family Adventure Camp ini ada banyak, biasanya menurut Dede para penyewa tempat tersebut merupakan rombongan keluarga, komunitas atau pegawai kantoran yang sedang melakukan gathering.

“Banyak, pegawai bank dan lainnya. Gathering dan bermain game, karena lapangan di sini luas,” jelasnya.

Selain ada Teras Bintang, di Family Adventure Camp Ini juga terdapat balkon yang sangat luas dan dapat digunakan untuk api unggun.

“Ada juga balkon seperti di Teras bintang. Biasanya pengunjung yang menginap suka api unggun di balkon sana. Jadi suasananya sangat terasa seperti saat camping,” pungkasnya.

Ada Yang Menarik di Bandung Dengan Destinasi Terbarunya

Liburan ? Atau Mau liburan keluarga ke Bandung akhir pekan ini? Nah udah cocok banget untuk Bandung yang menjadi Destinasi Utama di akhir pekan kalian. Mengapa ?Banyak spot seru nih  dari Pulau Kelinci hingga Rumah Permen.

Di Bandung ada destinasi baru Happy Farm di Ciwidey. Bakalan seru untuk kalian yang ingin berlibur dan merelaksasikan diri. Ada banyak spot menarik untuk liburan bersama keluarga. Untuk anak-anak kita bisa bermain bersama hewan-hewan unik dan lucu seperti sapi, kelinci dan domba. Ada juga rumah permen yang lucu buat foto-foto untuk para Millenials. Yuk simak sampai akhir !

Ada apa saja di sana? Ayo simak dulu penjelasan dalam beberapa halaman berikut ini:

  1. Taman Kelinci

Apakah Anda pernah mendengar Pulau Kelinci atau Okunoshima? Berada di sebuah pulau kecil di bagian selatan prefektur Hiroshima, Jepang memang terkenal karena ribuan kelinci liar yang berkeliaran bebas dan ramah terhadap manusia. Tidak perlu jauh-jauh ke Jepang, jika Anda ingin bercengkrama dengan satwa lucu ini. Anda bisa berkunjung ke Happy Farm, Ciwidey, Bandung, di obyek wisata ini terdapat puluhan kelinci yang ramah terhadap para pengunjung.

Traveler dapat memberi makanan berupa wortel, pengunjung juga bisa memegang dan menggendong kelinci-kelinci tersebut. Seakan sudah mengetahui orang yang masuk akan memberi makan, belasan kelinci langsung keluar dari lubang yang ada di dalam tanah meski tidak diberi makanan.

  1. Wisata Domba Merino

Tidak perlu jauh ke Spanyol jika Anda ingin melihat domba merino. Hewan itu juga ada di Obyek Wisata Happy Farm Ciwidey, Kabupaten Bandung. Anda juga dapat berinteraksi langsung dengan satwa yang memiliki banyak bulu berwarna putih ini. Domba ini memiliki nama ilmiah Ovis aries dan biasa diternakan oleh para peternak di Eropa sana.

Domba-domba itu dipasangi jumper. Selain supaya terlihat lucu, jumper tersebut berfungsi agar kotoran yang dikeluarkan dari domba tersebut tidak berceceran dan mengotori kandang. Bagi Anda ingin bermain dengan domba merino, jangan lupa untuk membeli makanannya berupa wortel yang dijual oleh para pengunjung. Pasalnya, domba-domba itu sangat suka diberi makanan oleh pengunjung.

  1. Rumah Permen atau Candy House

Candy House yang masih berada di kawasan obyek wisata Happy Farm merupakan salah satu wahana wisata yang paling disukai oleh para pengunjung. Di dalam rumah berwarna pink itu, para pengunjung bisa berswafoto sebebas mungkin.

Di dalamnya terdapat banyak spot foto yang instagramable. Spot foto di dalamnya ada, marshmallow heaven, candy light, candy box, pillow candy, cotton candy dan lollipop garden. Anda bisa berfoto dengan banyak marshmallow yang digantungkan menggunakan tali di marshmallow heaven. Masuk ke ruangan tengah, ada spot foto candy light. Permen yang dibungkus menggunakan ratusan plastik bening menggantung dan menyala.

Candy box, di spot foto itu Anda bisa berdiri di atas box yang bertuliskan ‘Candy Box’ sambil membawa permen berukuran besar dan tongkat berbentuk permen. Pillow candy, Anda bisa berswafoto dengan bantal berbentuk permen. Di spot tersebut Anda bisa berfoto sambil berguling-guling.

Masih di lantai bawah, Anda bisa berfoto di ruangan cotton candy. Selain itu di ruang itu juga Anda dapat membuat arum manis sendiri karena di ruangan itu disediakan mesinnya bagi pengunjung. Naik ke lantai dua, Anda akan melihat spot lollipop garden. Ada dua spot foto di lollipop garden, spot foto ini paling disukai para pengunjung pasalnya tempatnya sangat luas, sehingga para pengunjung leluasa untuk berfoto.

Nah menarik kan ? Anda bisa mengisi liburan anda dengan 3 Destinasi Menarik di Bandung pada akhir pekan. Tak heran juga ada sebagian orang yang bisa langsung pergi dalam 1 hari dengan 3 titik spot yang di atas. Mari mencoba

Menginap di Pulau Komodo

Menginap di Pulau Komodo

Komodo merupakan spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora. Banyak yang menyebut bahwa komodo merupakan salah satu hewan purbakala yang masih ada saat ini.

Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.

Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.

Sejarahnya pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

Untuk menginap di Taman Nasional Komodo, Pertama adalah menginap di hotel yang terletak di Labuan Bajo. Kedua adalah menginap di kapal yang sering disebut Live on Board (LoB). Keduanya memilki keunggulan tersendiri baik dari segi biaya maupun waktu.

LoB memang lebih unggul dari efesiensi waktu. Pilihan kapal juga beragam. Mulai dari kapal dengan satu kabin, dua kabin, sampai kapal mewah seperti pinisi setara hotel bintang lima. Kapal ini berfungsi sebagai akomodasi terapung sekaligus transportasi lompat pulau bagi wisatawan yang berkunjung di kawasan TN Komodo. Tak perlu khawatir, di kapal juga telah disediakan makanan bagi wisatawan.

Luwansa Beach Resort, di kawasan Pantai Gede, hotel ini menghadirkan penginapan dengan gaya kontemporer dan dikelilingi oleh pemandangan laut lepas. Fasilitasnya pun sangat lengkap. Setiap kamar dilengkapi dengan AC, TV, peralatan mandi, dan lemari. Di sana juga ada restoran yang menyajikan menu Western. Fasilitas seperti WiFi, area rapat, penitipan bagasi, layanan binatu, BBQ, dan banyak lainnya juga ada.

Wisata Edukasi Kampung Watu Lumbung Bantul

Wisata Edukasi Kampung Watu Lumbung Bantul

Kampung Watu Lumbung merupakan sebuah kawasan edukasi yang berada dipesisir selatan Kabupaten Bantul yang berada di perbukitan hutan jati. Konsep yang ditawarkan oleh kawasan wisata ini yaitu keindahan alam dipadukan dengan tempat membaca buku.

Kawasan ini dipelopori oleh Muhammad Boy Rifai yang ingin memberdayakan dan memperbaiki perekonomian masyarakat sekitar. Kawasan ini terdiri dari beberapa warung santai, arena bermain anak, arena outbound, arena flying fox, ruang perpustakaan, dan sebagainya.

Tempat wisata yang berjarak sekitar 4 kilometer dari Pantai Parangtritis ini menyelipkan nilai edukasi yang diterapkan kepada pengunjungnya. Disini kita bisa menemukan perpustakaan sederhana. Beberapa hal yang dapat dilakukan pengunjung anatara lain seperti menanam pohon, membaca buku, melayani sesama pengunjung serta membantu memasak di dapur merupakan interaksi pengunjung yang dikonsep secara unik untuk menanamkan nilai-nilai edukasi. Pengunjung juga bisa melakukan kebaikan dengan memberikan 3 buku layak baca untuk perpustakaan. Semua kegiatan akan mendapatkan balasan berupa makanan, minuman atau buah tangan gratis.

Beberapa tempat kuliner unik seperti Lembayung, Kedai Wedangan, Kedai Susu, Pusat Sate Kiloan dan Alas Kuliner pun siap menyediakan makanan dan minuman khas ndeso sebagai teman untuk menikmati senja. Sebuah gardu pandang pun menjadi spot favorit untuk menikmati saat-saat langit perlahan berubah gelap. Pemandangan Kali Opak yang terbentuk akibat adanya patahan atau sesar di masa lampau pun tersaji di depan mata. Di atasnya melintang Jembatan Kretek yang menjadi penghubung kota Jogja dengan kawasan wisata di Parangtritis sejak tahun 2003 silam.

Demi menjaga kelestarian dan memadukan keserasian, bangunan yang terdapat di lokasi terbuat dari bambu dan dibangun diantara pepohonan jati. Bangunan atau gubug bertingkat dibangun diatas penopang yang berbahan pohon jati sehingga seperti layaknya rumah pohon.

Gardu pohon merupakan salah satu daya tarik wisata Kampung Edukasi Watu Lumbung dan menarik dijadikan sebagai tempat foto. Gardu pohon dibangun pada salah satu batang pohon jati yang berusia cukup tua dan masih kuat. Sistem keamanan dan keselamatan diperlengkap dengan tali pengaman yang terpasang di batang pohon. Konsep gardu pohon ini meniru pengelolaan gardu pohon di Wisata Alam Kalibiru Kulon Progo yang memikirkan keselamatan pengunjung.

Musim dingin adalah waktu yang tepat untuk melihat fenomena northern lights atau juga dikenal dengan sebutan aurora borealis.

Auora merupakan peristiwa alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari (angin surya).Aurora yang terjadi di daerah sebelah utara dikenal dengan nama aurora borealis, dan di di sebelah slatan dikenal dengan nama auora australis.

Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober; dan Maret dan April. Islandia menjadi salah satu tempat yang memungkinkan kita melihat fenomena alam ini, terutama pada saat musim dingin seperti saat ini. Tak hanya orang-orang dari luar Islandia yang berburu aurora borealis. Warga Islandia pun tak mau melewatkan momen langka ini.

Dewan Kota Reykjavik pun memerintahkan lampu jalan dimatikan di sebagian besar lingkungan selama satu jam untuk membantu meningkatkan visibilitas aurora borealis, seperti dikutip CNN.Warga juga diminta untuk mematikan lampu di rumah mereka untuk membantu mengurangi polusi cahaya di kota. Karena kota menjadi gelap, Dewan Kota Reykjavik juga mengingatkan para pegendara kendaraan untuk lebih berhati-hati saat mengemudi.

Antara pukul 10 dan 11 pada Kamis malam, empat kabupaten utama Reykjavik ini mematikan lampu jalan mereka untuk melihat aurora borealis.”Cahaya yang benar-benar kuat dalam dua malam terakhir. Itu luar biasa,” kata Florian Schade, wisatawan dari Hamburg, Jerman, kepada New York Times.Orang-orang yang telah melihat fenomena langit berwarna hijau, biru dan ungu ini pun tak ragu lagi untuk memotret dan membagikannya ke media sosial.

Selain di Islandia, fenomena ini juga bisa disaksikan dari Kanada Utara, Finlandia, Norwegia, dan dari beberapa tempat di Amerika, seperti Taman Nasional dan Suaka Margasatwa Denali di Alaska, Idaho Panhandle Forest National, Aroostook National Wildlife Refuge, Cook Country di Minnesota, dan Upper Penninsula Michigan.

Ini adalah kesempatan emas melihat aurora borealis. Kompas melansir, setelah 2016, fenomena ini tak akan terjadi lagi. Aurora bakal meredup selewat 2016 dan diperkirakan baru muncul lagi pada 2024 atau 2026.Kalau pun setelah 2016 fenomena ini masih terlihat di langit bagian utara bumi, cahayanya lebih redup dan tak secemerlang sebelumnya.

Baca juga: