Wisata Asik

Taman Hutan Raya Murhum, Nipa-Nipa, Sulawesi Tenggara

Sulawesi Tenggara memiliki beragam jenis tempat wisata. Kalau ingin merasakan sesuatu yang berbeda cobalah datang ke lokasi wisata Taman Hutan Raya Murhum. Obyek wisata Taman Hutan Raya Murhum terletak di area pegunungan Nipa-Nipa, tepatnya di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Obyek wisata ini terbagi di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Mandonga, Kecamatan Kendari, dan Kecamatan Soropia, ketiga-tiganya berada di wilayah Kota Kendari.

Sejarah Taman Hutan Murhum, Sulawesi Tenggara

Murhum diambil dari nama Raja Buton yang terakhir dan juga nama Sultan Buton pertama, sebagai penghormatan pada raja dan sultan yang pernah berkuasa di sana. Maka namanya diabadikan di  Taman Hutan Raya ini.

Taman Hutan ini termasuk dalam salah satu Kawasan Konservasi Alam di Sulawesi Tenggara. Tahura Murhum berada di atas tanah seluas 8.146 hektar dengan ketinggian sekitar 500 m di atas permukaan laut. Dengan memiliki bentuk topografi datar, bukit, dan gunung dengan kondisi kemiringan 20-40 %.

Pada tahun 1995, tepatnya tanggal 12 Juni, MenKehut memutuskan Kawasan Pegunungan Nipa-Nipa menjadi Tahura Murhum melalui SK Menteri Kehutanan Nomor 289/KPTS-11/95. Sebelumnya Gubernur Sulawesi Tenggara pada tahun 1993 juga telah menetapkan lebih dulu kawasan Nipa-Nipa sebagai Tahura Murhum melalui surat keputusan nomor 808 tahun 1993 tertanggal 6 Desember. Kemudian nama Murhum menggantikan nama Nipa-Nipa yang diambilkan dari nama Sultan Buton pertama.

Wisata Taman Hutan Raya Murhum

Taman Hutan Raya Murhum mempunyai keunikan yang beraneka ragam, jenis tumbuhan dan hewan yang beraneka ragam hingga pesona keindahan alam. Tumbuhan yang ada di Tahura Murhum antara lain kayu besi, bolo-bolo putih, pandan tikar, eha, palem, rotan. Untuk jenis hewannya antara lain berbagai jenis kupu-kupu, anoa, musang, elang laut, musang, dan kesturi.

Berada di dalam area hutan, pengunjung akan menemukan air terjun yang bisa digunakan untuk mandi. Tidak jauh dari lokasi air terjun, pengunjung juga dapat melihat situs bersejarah benteng pertahanan yang merupakan peninggalan dari jaman penjajahan Jepang. Kombinasi beragam jenis tumbuhan, hewan, dan situs bersejarah serta keindahan alam membuat obyek wisata ini memiliki daya tarik tersendiri yang wajib Anda kunjungi.

 

Lokasi Taman Hutan Raya Murhum

Nah jika anda bingun mengenai Denah Lokasi Obyek wisata Tahura Murhum terletak di 3 kecamatan yaitu, Kecamatan Mandonga, Kecamatan Kendari, dan Kecamatan Soropia yang semuanya itu berada di Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara.

Akses  Menuju Taman Hutan Raya Murhum

Jika Anda dari Bandara Walter Mongisidi, Anda harus menuju Kelurahan Kemaraya kemudian menuju ke Benua-Benua, Tipulu, Sodohoa, Gunung Jati, dan Mangga Dua dengan transportasi umum ataupun kendaraan pribadi. Dari Mangga Dua untuk menuju Tahura Marhum, Anda harus berjalan kaki melalui jalan setapak yang berjarak sekitar 3.5 km dengan waktu kurang lebih 2 jam lamanya.

Fasilitas dan Akomodasi Taman Hutan Raya Murhum

Di sekitar kawasan Taman Hutan Raya Marhum tersedia berbagai rumah makan dan restoran yang mempunyai berbagai menu masakan. Anda bisa memilih sesuai selera. Jika Anda ingin menginap di sekitar lokasi obyek wisata, tersedia juga berbagai akomodasi hotel di Sulawesi Tenggara, mulai dari motel sampai hotel berbintang. Seperti Swiss-Belhotel Kendari dan Zahra Syariah Hotel Kendari.

Wisata Yang Bikin Takjub di Pulau Labengki

Propinsi Sulawesi Tenggara memang kalah keindahanya dibanding propinsi lainnya. Keindahan kepulauan kecil yang begitu menawan mata akan mudah ditemui serta dijelajahi. Tidak hanya Wakatobi yang sangat indah disana, ternyata masih banyak pulau indah salah satunya adalah Pulau Labengki yang terkenal dengan sebutan Raja Ampatnya Sulawesi.

Letak Pulau Labengki sebagai tempat tinggal Suku Bajo ini memang masih agak tersembunyi. Suku Bajo sendiri hanya menempati  pulau kecil, sekitar 100 keluarga saja yang tinggal. Pulau Labengki ini terletak di Desa Labengki, kecamatan Lasoo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Butuh perjalanan laut selama 5 jam dari Kendari untuk menuju tempat ini.

Wisata Pulau Labengki

Pulau Labengki ini terletak di Propinsi Sulawesi Tenggara dan keindahanya tidak kalah dengan Wakatobi ataupun pulau labengki wisata sulawesi tenggaraRaja Ampat yang sudah begitu terkenal. Kenapa banyak yang menyebut Pulau Labengki sebagai Raja Ampatnya Suluwesi karena destinasi ini bernuansa hampir sama dengan Raja Ampat yang terdiri dari karang-karang besar yang menjelang diatas samudera diberbagai titiknya. Gugusan pulau karang besar dan kecil ini dipetakan menjadi Pulau Labengki Besar dan Pulau Labengki kecil.

Tidak hanya keindahan diatas air saja yang disajikan oleh pulau menawan ini, tetapi keindahan bawah airnya juga sangat indah untuk dikagumi. Berbagai biota laut yang hidup disini dan masih terjaga kealamianya. Dipulau ini banyak terdapat titik-titik spot penyelaman yang sangat berkelas dan di perairan ini menjadi habitat Speciaes Kima atau Kerang Raksasa yang bisa mencapai besar sekitar 50cm. Dan Kima disini tercatat sebagai Kima terbesar kedua didunia. Sehingga disini pula sebagia tempat peneliti, konservasi dan penangkaran Kima.

Selain berputar-putar mengelilingi pulau-pulau, menyelam ataupun snorkling di Labengki, pengunjung bisa juga beraktivitas memancing disini. Berbagai ikan bisa anda dapatkan dengan memancing disini seperti Barakuda, Kerapu, Tuna Sirip Kuning, Kakap Merah ataupun Ikan Layar. Sesudah memancing, hasilnya bisa untuk sebagai baberque disalah satu pulau. Di Pulau Labengki juga terdapat pantai berpasir putih dan rindangnya pohon kelapa, sembari istirahat penginjung bisa membakar ikan yang didapat saat memancing tadi.

Lokasi Pulau Labengki

Untuk Pulau Labengki secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Akses Menuju Pulau Labengki

Bagi kalian yang ingin berlibur ke Pulau Labengki dapat dijangkau dari Kota Kendari, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara, Anda bisa melalui jalan darat sekitar 1 jam menuju daerah Toli-Toli Kabupaten Konawe. Dari Toli-Toli, dilanjutkan perjalanan dengan kapal kurang lebih 3 jam perjalanan untuk tiba di Pulau Labengki.

Fasilitas dan Akomodasi Pulau Labengki

Fasilitas di Pulau Labengki ini memang belum sangatlah lengkap biasanya untuk masalah untuk mandi bebrbilas diri dan menginap bisa menumpang di Posko Tim Konservasi.

Berlibur Bersama di Pulau Putri Kepulauan Seribu

Rencana liburan tepat yang irit biaya dan menjadi lokalisasi unik tanpa menggunakan transportasi Pesawat apalagi kalau bukan Ke Kepulauan Seribu. Banyak pulau yang indah disana dan memberikan berbagai pesona alam salah satunya Pulau Putri. Pulau Putri menjadi tempat yang tepat untuk menikmati keindahan pulau dengan nuansa privasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pulau yang lain.

Putri Island atau Pulau Putri merupakan sebuah tempat wisata yang sunyi dan private meskipun masih satu kawasan dengan pulau pulau yang lain yang ada di kepulauan seribu. Pulau initermasuk ke dalam tempat wisata yang aman dan nyaman terutama untuk mereka yang ingin menemukan kedamaian atau ketenangan selama berada di pulau. Menghabiskan waktu dengan menikmati keindahan alam yang masih asri juga ditemani dengan sepoi angin atau juga deburan ombak merupakan hal yang mengesankan dan menjadi sebuah liburan yang tidak terlupakan. Meskipun menjadi pulau yang private, fasilitas yang ada di dalamnya termasuk ke dalam kategori lengkap.

Di pulau ada beragam fasiltias menarik seperti aquarium bawah laut juga Glass Bottom Boat dimana setiap wisatawan yang datang tidak perlu berenang hanya untuk menikmati keaneka ragaman hayati bawah laut pulau. Dengan aquarium ini, wisatawan bisa melihat banyak sekali binatang dan terumbu karang yang memesona. Ada juga sunset cruise dimana ada atraksi matahari tenggelam di bagian barat pulau dan cara menikmatinya pun benar benar berbeda. Wisatawan akan dibawa ke bagian tengah atau di lepas pantai pulau menggunakan kapal boat lalu bersama sama menunggu pergantian waktu dan melihat bagaimana matahari tenggelam dengan indahnya dan hilang di garis horizon.

Pulau Putri termasuk ke dalam pulau yang sejuk karena ada banyak pohon yang dikembangkan dan dilestarikan oleh sebuah resort yang ada di dalamnya. Resort ini memelihara dengan baik pulau sehingga meskipun dekat dengan pantai tetap terasa sejuk dan hijau. Jika diperhatikan lebih dalam maka ketika berjalan jalan di pulau akan terasa sedang berada di manca Negara apalagi jika sudah menikmati keindahan alam dan cottagenya yang mengapung. Alhasil banyak wisatawan yang mengaku betah dan tidak mau pulang ke rumah karena keindahan dan kenyamanan yang sudah tercipta di pulau putri tersebut. Semakin hari semakin meningkat dan terus ada perubahan yang baik.

Ada restoran juga yang akan mengenyangkan perut wisatawan dengan menu menu khas laut yang sedap juga aneka jajanan dan makanan asia, eropa juga western yang pasti akan terus menggoyang lidah dan menggugah selera. Agenda wisata pun semakin lengkap mulai dari menyusuri pulau, melakukan olahraga, bermain aneka wahana air atau hanya bersantai di dalam cottage.

Surga Tersembunyi, Pantai Apparalang Bulukumba

Nah siapa yang tidak tahu dengan pesona keindahan dunia di Raja Ampat, Papua ? Yang ini juga tak kalah hebat bahkan banyak yang setuju jika ini merupakan kembaran Raja Amapt. Letaknya di Sulawesi yaitu Pantai Apparalang Bulukumba.

Pantai Apparalang Bulukumba merupakan pantai yang dikenal sebagai destinasi wisata Pantai yang indah, seperti Pantai Bara, Tanjung Bira, dan Pantai Apparalang. Pantai-pantai di Bulukumba adalah tempat wisata favorit di Sulawesi, dan sangat terkenal akan keindahannya yang mempesona.

Wisata Pantai Apparalang Bulukumba

Pantai Apparalang Bulukumba terletak di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pantai Apparalang ini memiliki panorama pantai yang sangat indah dengan tebing-tebing yang curam dan batuan karang, sehingga dijuluki Raja Ampat versi Bulukumba.

Udara yang sejuk dan suasana yang tenang membuat Anda serasa di pantai pribadi karena memang Pantai Apparalang ini tak seramai dan sepopuler Tanjung Bira, namun hal itulah yang biasanya dicari para wisatawan yang menginginkan ketenangan saat berlibur maupun menginginkan berwisata di tempat yang tak mainstream. Di pantai Pantai Apparalang Bulukumba ini, Anda dapat melihat keindahan pantai di atas tebing sambil menikmati sejuknya angin yang berhembus.

Selain itu anda juga bisa deburan ombak yang menghantam karang dan tebing atau merasakan jernihnya air pantai dengan turun langsung ke bawah tebing menggunakan anak tangga dari kayu yang sudah disediakan. Biasanya di sini juga sering dijadikan tempat memancing bagi penduduk lokal. Namun perlu diingat, jangan membuang sampah sembarangan dan tetap jaga kebersihan serta kelestarian lingkungan dimanapun Anda berlibur.

Akses Menuju Pantai Apparalang Bulukumba

Nah untuk kalian yang ingin akses mudah menuju Pantai Apparalang Bulukumba, mudah sekali karena masih satu jalur dengan Tanjung Bira, kurang lebih 30 menit perjalanan dari Tanjung Bira. Jika masih bingung, kurang lebih 5 km sebelum memasuki Tanjung Bira, Anda akan menjumpai pertigaan jalan menuju ke SMKN 6 Perkapalan Bulukumba. Di pertigaan tersebut belok kiri lalu Anda akan melewati SMKN 6 Perkapalan Bulukumba, setelah itu Anda akan menjumpai Gerbang Pantai Apparalang.

Perjalanan menuju ke Pantai Apparalang Bulukumba lebih baik ditempuh menggunakan motor (ada banyak rental motor di Tanjung Bira) ataupun menggunakan mobil SUV yang tangguh karena kontur jalan yang curam, berbatu, dan berlubang.

Wisata Misteri Peninggalan di Lembah Bada

Lembah Bada atau dikenal dengan Lembah Napu, merupakan situs megalitik yang terletak di Taman Nasional Lore Lindu, Poso, Sulawesi Tengah. Lembah Bada jadi rumah bagi sederet peninggalan megalitikum berupa batu-batu besar yang memuat misteri kejayaan suku Napu, Besoa, dan Bada. Terkungkung padang rumput.

Lembah Bada jadi destinasi tebaik untuk menikmati misteri kejayaan masa lalu berbalut panorama alam mempesona. Bertempat di Lembah Bada, Lembah Napu, Lembah Besoa dan Lembah Baso. Batuan-batuan megalitik dengan bentuk cantik ini terhampar diseluruh daerah lembah. Dari yang berbentuk ukiran manusia, hewan , kalamba dan masih banyak lagi. Menurut sumber yang ada, jumlah bebatuan megalitik ini ada 1.451 buah. Batuan ini merupakan peninggalan pra sejarah yang disinyalir lebih tua dari Candi Borobudur, tetapi belum ada yang mengetahui tujuan dan kegunaan batuan-batuan tersebut pada jaman dahulu.

Patung-patung ini bertubuh kurus, kepala besar, mata bulat dan beberapa baris menunjukkan alis, pipi dan dagu. Sebagian dari mereka berdiri tersendiri setengah terkubur di padang rumput yang luas. Hingga saat ini lebih dari 400 ukiran telah ditemukan di Lembah Bada tetapi hanya 30-an ukiran berbentuk manusia. Puluhan patung purbakala ini kabarnya sudah ada sejak abad ke-14. Megalitik dari Lembah Bada ditemukan pertama kali pada tahun 1908 walaupun penemuan tersebut telah berlangsung lebih dari 100 tahun, namun hanya sedikit yang diketahui tentang keberadaan patung-patung ini di Lembah Bada.

Kawasan Taman Nasional Lore Lindu merupakan pegunungan yang didominasi oleh batuan granit. Batuan megalitik ini mempunyai ukuran yang besar, bahkan yang paling besar mencapai ukuran berdiameter 4 meter. Batuan megalitik yang paling terkenal adalah Watu Palindo dengan posisi miring, batu ini berada di Lembah Bada. Dinamakan Palindo yang berarti sang penghibur ini betul adanya, Watu Palindo ini nampak berwajah ceria dan ramah. Palindo ini seakan menyirakatkan kesan keramahan khas anak-anak. Tinggi batu ini mencapai sekitar 4 meter dengan ukiran berbentuk tubuh oval memiliki mata yang bulat dan hidung besar yang memanjang kebawah. Pahatan mulut yang dalam berbentuk sebuah senyuman melengkapi indahnya batuan megalitik ini.

Batu yang terkenal lainnya adalah Langka Bulawa. Ukiran batu ini berukiran sosok wanita dan mempunyai arti nama Ratu bergelang kaki emas. Mempunyai ukiran yang hampir sama dengan Watu Palindo tetapi mempunyai kesan raut muka sebagai sosok wanita. Kedua patung ini berjarak sekitar 5 kilometer jauhnya. Namun diantara kedua bebatuan ini juga terdapat bebatuan lain. Masyarakat lokal percaya bahwa batu itu dulunya digunakan untuk melakukan pemujaan terhadap leluhur. Tak hanya itu, para penduduk juga mempunyai kisah tentang asal-usul terbentuknya megalit tersebut. Sebuah cerita mengatakan bahwa terdapat megalit bernama Tokala’ea yang dulunya merupakan pemerkosa, akhirnya dikutuk menjadi batu.

Selain dikenal akan patung-patungnya, Lembah Bada juga dikenal akan kalambanya, yakni tangki melingkar yang dipahat dari sebuah batu besar. Kalamba dapat ditemukan di beberapa tempat di Lembah Bada dan memiliki bentuk serta ukuran bervariasi. Ada sekitar 50 buah Kalamba di Lembah Bada yang sebagian diantaranya masih berbentuk utuh dan sebagian lainnya telah rusak. Beberapa memiliki satu lubang di tengahnya, sementara lainnya memiliki dua lubang.

Menurut kepercayaan lokal, Kalamba digunakan sebagai bak berendam untuk para petinggi atau raja. Sementara yang lainnya menduga bahwa benda tersebut dulunya digunakan sebagai peti mati atau tangki air. Tutup terbuat dari batu sering ditemukan di dekat Kalamba, dan muncul dugaan bahwa benda tersebut digunakan untuk menutupi Kalamba sehingga tak mungkin digunakan sebagai bak berendam. Selain hamparan bebatuan megalitik, di Taman Nasional Lore Lindu ini juga masih kental dengan adat istiadat suku Lore. Selain pemandangan bebatuan dan sawah hijau terbentang, disana juga akan ditemui rumah adat suku lore yang berjajajar. Rumah kayu yang beratap ijuk dan berdinding bambu ini bisa menjadi pilihan menginap Anda apabila baru berada disana. Warga suku Lore ini sangat ramah apabila ada tamu yang datang ke rumah mereka.

Lembah Bada terletak di daerah yang relatif datar. yang dikelilingi dengan perbukitan. Sehingga awan yang tertahan di puncak bukit yang mengelilingi lembah menyajikan pemandangan yang dramatis. Sering terlihat salah satu bagian Lembah Bada disaat hujan turun, sedangkan bagian lainnya matahari menyelinapkan cahayanya dari balik awan. Untuk mencapai Lembah Bada yang berada di Taman Nasional Lore Lindu, Anda bisa menggunakan perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan dari Kota Poso dengan jarak tempuh sekitar 145 kilometer